Awalnya aku merasa tidak nyaman saat memulai sekolah saat teman-teman baru yang belum bisa bercengkrama seperti masa smp dulu. Saat bel pulang berdering ku bereskan buku dan beranjak keluar kelas. Dari kejauhan terlihat gadis kelas lain yang berjalan pulang. Dengan penasaran ku dekati dan berjalan di belakangnya. Aku yang masih lugu hanya terdiam dan terus mengikutinya. Ujung pintu gerbang menjadi tempat terakhir ku melihatnya siang itu. Dia menghampiri motor yang diparkiran sekolah sementara aku menunggu kakak untuk pulang bersama.
Teringat dan terus ku ingat bagaimana ia berjalan dan sepintas raut wajahnya yang membuat aku melayang ke imajinasi sesaat. Tak sabar menunggu hari esok ku tulis kata yang tak mungkin terlupa, aku mulai terpesona akan keindahan cinta. Sepulangya dari sekolah tak mampu ku memendam rasa yang semakin kuat untuk tahu siapa dia. Dengan penuh tanya kulalui hari ini.
Pagi benar aku sudah sampai sekolah, tempat duduk depan kelas menjadi tempat menanti kedatangannya. tanpa bosan kuperhatikan setiap yang datang. Yaa..akhirnya dia terlihat dan masuk ruang terakhir dari deretan kelas sepuluh.
Rasa penasaran tak mampu mengungkap semua yang ingin ku ketahui tentangnya. Aku yang masih ragu-ragu mengenal sekolah yang baru, akupun tak bisa untuk memberanikan diri dekat dan berbincang bersamanya.Walau ku tahu aku ada rasa terhadapnya. Hidup memang seolah membuat bingung banyak cerita banyak rasa yang hilang sebelum dia tahu. Kerinduan hanya sebagai penghias seorang yang sedan dimadu asmara bukan sebagai hal yang dapat mempererat cinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar